Stone Crushers, Rock Crushers, Screening and Crushing Machines
CALL TO SCHEDULE YOUR FREE!

MGB series Hopper Discharge Feeder

Vibrating feeder is also called vibrating feeder. In the production process,...

MZA/K Series Circular Vibrating Screen

MZA / K series vibrating screen is a new round vibrating screen product base...

MF Series Fixed Shaft Circular Vibrating Screen

MF Series vibrating screen is a new round vibrating screen product based on ...

MC Series Single-Cylinder Hydraulic Cone Crusher

MC series single cylinder hydraulic cone crusher is developed from European ...

MJ Series Jaw Crusher

MJ series jaw crusher is mainly used as coarse crusher. It is made of advanc...

ML Series Vertical Shaft Impact Crusher

Ml series impact sand making machine is a brand new structure of ML impact s...

MS Series Triaxial Horizontal Screen

MS series three-axis elliptical vibrating screen is an international level v...

MGD Series Vibrating Feeder

Vibrating feeder is also called vibrating feeder. In the production process,...

Terak tembaga sebagai agregat halus dalam beton

  • PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS

    PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON PEMBERAT PIPA MINYAK/GAS LEPAS PANTAI Anggrainy P. W. Dasalaku 1) Dantje A. T. Sina 2 Rosmiyati A. Bella 3) ABSTRAK Pasir besi merupakan potensi alam yang terdapat di Pantai Pasalai Malli, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam jumlah

  • (PDF) KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN LIMBAH KERTAS SEBAGAI

    Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh penambahan limbah kertas pada karakteristik kuat tekan beton. Limbah kertas diproduksi menjadi bulir kertas dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat halus dengan persentase substitusi 25%

  • STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TARIK BELAH BETON YANG

    adalah penggunaan terak nikel sebagai agregat kasar dalam campuran beton. Terak nikel (Nickel Slag) adalah Halus (Pasir) Agregat Kasar (Terak Nikel) 1 Diameter (mm) 0,14 5 5,01 - 20 2 Modulus Kehalusan 2.61 7.43 3 Berat Jenis Spesifik a. Berat

  • tembaga terak beton - novostroika.cz

    Pemanfaatan Terak Baja Sebagai Agregat Halus Pada. 2. Kekuatan tekan beton yang menggunakan agregat terak baja lebih tinggi daripada beton normal yang hanya menggunakan agregat alam yaitu pasir dan kerikil. 3. Urutan kenaikan kekuatan beton dalam penelitian ini adalah beton 4 > beton 3 > beton 2 > beton 1. 4.

  • BAB II DASAR TEORI 2.1 Beton - UIB

    air tipis yang mengurangi lekatan antara lapis-lapis beton. Fungsi air di dalam campuran beton adalah sebagai berikut: 1. Sebagai pelicin bagi agregat halus dan agregat kasar, 2. Bereaksi dengan semen untuk membentuk pasta semen, 3. Mencairkan bahan/material semen ke seluruh permukaan agregat, 4.

  • PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER PADA BETON

    Limbah terak tembaga (copper slag) dari PT. Smelting Gresik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat halus dalam campuran beton. Pemanfaatan copper slag pada beton lebih tepat untuk menambah kuat tekan beton tetapi gradasi yang lebih besar daripada pasir serta workability yang sulit dapat menyebabkan beton menjadi

  • Pemanfaatan Terak Baja Sebagai Agregat Halus Pada

    PEMANFAATAN TERAK BAJA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA PEMBUATAN BETON . SKRIPSI . Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sajana Sains EKO HARTADO TAMPUBOLON 050801039 . DEPARTEMEN FISIKA . FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UATARA

  • PENGARUH PENGGUNAAN TERAK SEBAGAI PENGGANTI

    beton yang menggunakan terak sebagai pengganti kerikil tidak jauh beda dengan kualitas beton dengan menggunakan kerikil. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana karakteristik terak apabila digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton normal. Sehingga selain mengurangi jumlah limbah diharapkan dapat

  • PENGARUH KADAR SILIKA PADA AGREGAT HALUS

    Dalam agregat terutama agregat halus memiliki sifat-sifat yang sangat mempengaruhi kuat tekan beton yaitu keras dan kuat, bersih, tahan lama, massa jenis tinggi, butir bulat, distribusi ukuran butir yang cocok. Selain itu, di dalam agregat halus terdapat kandungan senyawa SiO 2 yang memberikan kontribusi dalam proses

  • PEMANFAATAN SEMEN PORTLAND SLAG UNTUK

    Devi dan Gnanavel 2014), beton dengan substitusi 40% terak baja pada agregat halus mempunyai kehilangan berat yang sangat rendah dibandingkan beton konvensional setelah direndam dalam larutan H 2 SO 4. Hal ini menunjukkan bahwa beton dengan penambahan terak baja sebagai agregat halus lebih tahan terhadap serangan sulfat.

  • PENGARUH SUBTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN 30%

    recana sebesar 30% sebagai subtitusi agregat halus dalam campuran beton. Pembuatan benda uji berupa silinder beton berukuran 10x20 cm. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan dengan mengamati dan mengukur hasil eksperimen yang telah dibuat dengan perhitungan kuat tekan silinder beton pada umur 7 hari yang dilakukan.

  • PENGARUH PENAMBAHAN COPPER SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS

    Variabel bebas dalam penelitian ini adalah komposisi limbah tembaga (Copper Slag) dalam agregat halus dan Variabel tak bebasnya adalah gradasi campuran dan kuat tekan beton. Dengan komposisi limbah tembaga (Copper Slag) sebagai agregat halus menggunakan prosentase 0 %, 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, 50 %, 60 %. Penelitian gradasi campuran dilakukan

  • PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR

    Agregat Halus Parameter Hasil Stándar Keterangan Kadar lumpur 4,2 % < 5% memenuhi prosentase penggantian terak sebagai agregat kasar sebesar 0%, 10%, 20% hasil berat jenis (dapat dilihat pada gambar 4.1 diatas) dan tidak termasuk kategori dalam berat jenis beton normal karena terbukti berat jenis terak lebih besar dari berat jenis

  • Pemanfaatan Terak Baja Sebagai Agregat Halus Pada

    PEMANFAATAN TERAK BAJA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA PEMBUATAN BETON . SKRIPSI . Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sajana Sains EKO HARTADO TAMPUBOLON 050801039 . DEPARTEMEN FISIKA . FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UATARA . MEDAN 2011

  • KAJIAN BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN SLAG

    Tujuan dari penelitian beton mutu tinggi slag sebagai agregat halus dan kasar adalah : a. Untuk mengetahui karakteristik mekanis beton mutu tinggi, dengan pemakaian slag sebagai agregat halus dan agregat kasar, pada pengujian kuat tekan, tarik, porositas dan modulus elastisitas. b.

  • PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI BAHAN

    agregat halus sebagai salah satu bahan penyusun beton. Pasir merupakan agregat halus yang umumnya digunakan pada campuran beton. Dalam penelitian ini penggunaan pasir sebagai agregat halus akan diganti dengan menggunakan terak. Terak ialah hasil sampingan dari pembakaran bijih besi pada tanur tinggi yang didinginkan pelan-pelan di udara

  • PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI

    20%, 40%, 60%, 80%, dari volume beton dengan perbandingan 1:2:3. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) tidak ada pengaruh antara variasi penggantian terak sebagai agregat halus terhadap kuat tarik beton atau penggantian terak sebagai agregat halus tidak berpengaruh secara signifikan

  • PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR

    Agregat Halus Parameter Hasil Stándar Keterangan Kadar lumpur 4,2 % < 5% memenuhi prosentase penggantian terak sebagai agregat kasar sebesar 0%, 10%, 20% hasil berat jenis (dapat dilihat pada gambar 4.1 diatas) dan tidak termasuk kategori dalam berat jenis beton normal karena terbukti berat jenis terak lebih besar dari berat jenis

  • PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER PADA BETON

    Limbah terak tembaga (copper slag) dari PT. Smelting Gresik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat halus dalam campuran beton. Pemanfaatan copper slag pada beton lebih tepat untuk menambah kuat tekan beton tetapi gradasi yang lebih besar daripada pasir serta workability yang sulit dapat menyebabkan beton menjadi porus, sehingga

  • KELAYAKAN PASIR KALI MAS SEBAGAI AGREGAT HALUS

    Resi, A. R., et.al., Kelayakan Pasir Kali Mas sebagai Agregat Halus pada Campuran Beton dan Mortar 147 Mutu Rencana (fc) MPa Agregat Halus Pasir Kali Mas Agregat Halus Pasir Takari 7 Hari 14 Hari 28 Hari 7 Hari 14 Hari 28 Hari 15 12,56 16,61 17,27 11,13 15,66 15,85 25 19,44 26,33 27,46 18,21 25,57 25,86

  • PENGARUH CAMPURAN DUA AGREGAT HALUS

    menjadi alternatif sebagai campuran agregat halus dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran 2 agregat halus yaitu pasir sungai (PS) pondok kelapa dan pasir laut dari Lais, yang berbeda gradasi terhadap kuat tekan beton. Agregat halus dan kasar yang digunakan adalah agregat yang bergradasi jelek.

  • Parameter dan Standard Lengkap Agregat Halus - Ilmu Beton

    Pasir merupakan salah satu agregat penyusun untuk membuat dan membentuk beton, Sebagai agregat halus, pasir harus memenuhi standard dan parameter yang ditentukan untuk mencapai mutu dan kualitas yang di inginkan Ada banyak standard dan parameter untuk agregat halus, dan kali ini akan kita bahas satu persatu. Apa itu agregat halus ? Agregat halus adalah semua agregat yang

  • Pengertian Agregat, jenis-Jenis dan Klasifikasinya

    Berdasarkan SNI 03-6820-2002, agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,76 mm berasal dari alam atau hasil alam, sedangkan agregat halus olahan adalah agregat halus yang dihasilkan dari pecahan dan pemisahan butiran dengan cara penyaringan atau cara lainnya dari batuan atau terak

  • (PDF) Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan

    Karateristik umumDua jenis agregat ringan yang tercakup dalam spesifikasi ini adalah : 4.1 Agregat hasi proses pengembangan, pemanasan atau sintering dari bahan terak tanur tinggi, lempung, diatome, abu terbang, batu sabak, dan batu obsidian, 4.2 Agregat diperoleh dari bahan diproses secara alami, seperti batu apung dan skoria.

  • Pengaruh Pemanfaatan Limbah Terak sebagai Bahan

    Tujuan penelitian adalah, (1) mengetahui pengaruh terak sebagai pengganti pasir dengan variasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan terhadap kuat tarik beton dengan metode perbandingan 1:2:3, (2) mengetahui apakah berat jenis beton yang dihasilkan masuk dalam kategori berat jenis beton normal, (3) mengetahui besar kuat tarik optimal beton yang dihasilkan dari penggantian terak sebagai pasir

  • Jenis-Jenis Additive untuk Meningkatkan Mutu Beton - Guru

    Dec 12, 2017· GGBFS dapat berupa iron slag (terak besi), steel slag (terak baja), nickel slag (terak nikel) dan copper slag (terak tembaga). Komposisi GGBFS terdiri dari CaO, SiO2, Al2O3 dan Fe2O3. Copper slag dapat digunakan sebagai bahan aditif dan bahan substitusi semen sampai 20 % karena mempunyai komposisi mendekati semen dan harganya lebih murah.

  • PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI BAHAN

    20%, 40%, 60%, 80%, dari volume beton dengan perbandingan 1:2:3. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) tidak ada pengaruh antara variasi penggantian terak sebagai agregat halus terhadap kuat tarik beton atau penggantian terak sebagai agregat halus tidak berpengaruh secara signifikan

  • PEMANFAATAN LIMBAH GENTENG SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF

    Sihotang, Abinhot, 2005, Pemanfaatan Terak Baja Sebagai Agregat dalam Beton, Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional, Bandung . Supriyanto, S., Kartini, Wahyu., Sufiyah, 2005, Efektifitas Kombinasi Copper Slag sebagai Cementitious terhadap Kuat Tekan pada Beton, Vol 2 No.3 Jurnal Rekayasa Perencanaan

  • BAB III BAHAN PENGISI (AGREGAT) DAN PERSYARATANNYA

    3.2.1 Agregat Halus Agregat halus dapat berupa pasir alam, pasir hasil olahan atau gabungan dari kedua pasir tersebut. Sesuai dengan SNI 03 2847 2002, bahwa agregat halus merupakan agregat yang mempunyai ukuran butir maksimum sebesar 5,00 mm. Adapun syarat-syarat agregat halus (pasir) untuk campuran beton adalah sebagai berikut: III - 3

  • STUDI ANALISIS LIMBAH TERAK BESI SEBAGAI PENGGANTI

    slag besi sebagai agregat dalam pembuatan beton tidak memiliki efek negatif pada sifat pengerasan beton dalam jangka pendek sehingga slag besi dapat digunakan sebagai agregat dalam pembuatan beton. Persamaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan terak besi sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus.

  • STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON

    Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butiran terbesar 5,0 mm. Kualitas agregat halus haruslah (Nugraha & Antoni, 2007:60): Sound secara

  • Spesifikasi agregat ringan untuk beton structural

    Standar ini dimaksudkan sebagai pedoman penerimaan agregat ringan yang fungsinya untuk mereduksi densitas beton tetapi diharapkan tetap dapat mencapai kekuatan tekan beton yang ditargetkan dalam penggunaannya sebagai beton struktural. Spesifikasi ini dinilai memadai untuk menjamin mutu agregat ringan secara memuaskan untuk beton struktural.

  • PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI

    agregat halus sebagai salah satu bahan penyusun beton. Pasir merupakan agregat halus yang umumnya digunakan pada campuran beton. Dalam penelitian ini penggunaan pasir sebagai agregat halus akan diganti dengan menggunakan terak. Terak ialah hasil sampingan dari pembakaran bijih besi pada tanur tinggi yang didinginkan pelan-pelan di udara

  • PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN

    berat jenis beton, (3) Persentase terak optimal sebagai pengganti agregat kasar pada kuat lekat beton diperoleh pada persentase terak 43,125% dengan hasil 53,727 kg/cm², (4) Persentase terak optimal sebagai pengganti agregat kasar terhadap berat jenis beton didapat pada persentase dengan hasil 2429,67 kg/m . Simpulan dari penelitian ini

  • Agregat Pengisi Beton, Jenis dan Kriteria Agregat dalam

    Agregat berfungsi sebagai bahan pengisi beton yang melekat dengan bantuan pasta semen. Agregat terdiri dari agregat kasar dan agregat halus. Beberapa karaktersitik agregat yang patut mendapat perhatian adalah porositas, distribusi gradasi dan ukuran, penyerapan kelembaban, bentuk dan tekstur permukaan, kekuatan pecah, modulus elastisitas, dan keberadaan zat-zat yang dapat merusak beton.

  • TEKNOLOGI BETON dan BEGISTING Material Penyusun Beton

    Persyaratan Agregat Agregat yang digunakan dalam campuran beton, terdiri dari 60% sampai 75% dari volume totalnya, oleh karena itu perlu perhatian terhadap bahan ini, sebab sifat-sifatnya sangat mempengaruhi hasil pembuatan beton. Dari sisi ekonomi, agregat relatif murah harganya, oleh karena itu disarankan agar menggunakan bahan ni

  • PENINGKATAN KUAT LENTUR PADA BETON DENGAN

    copper slag (terak tembaga). Komposisi campuran beton fiber dibuat dengan variasi berat fiber terhadap volume beton yaitu 0, 0.8, 1.0, dan 1.2 kg/m3. METODE Fiber reinforced concrete didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat halus, agregat kasar, air